Thursday, December 11, 2008

Jakarte Punye Cerite part. 1

Genit tapi gak berpendidikan, klop deh.

Om-om PD: "Mbak baru ya kerja di sini?"

Pelayan: "Iya, pak..."

Om-om PD: "Ooh, pantes, saya baru liat ada yang cakep... Mbak ditransmigrasi dari cabang mana?"

Gerai donat Bintaro Plaza, didengar oleh pelanggan lain yang ingin memasukkan si Om ke Kelompencapir. 

Untung dia sering bolos kelas...

Anak SMA Sangar: "HEH LOE! ANAK MANA LOE?"

Anak SMA Baru: "Ampun bang! kita anak seventy..."

Anak SMA Sangar: (dengan tampang lega) "Oohh seventy... Gua kira anak 70."

Didengar dua anak SMA lain di belakang bis yang merasa lega pelajaran inggris di Indonesia tidak terlalu sukses. 

Sumpah, mending gua pinjemin kaca...

Teman #1: "Eh jalan-jalan ke tempat yang jarang kita pergi yuk sekali-kali..."

Teman #2: "Boleh, emang mau ke mana?"

Teman #1: "Ke Taman Mini aja yuk, udah lama gak liat binatang."

Kampus swasta di Jakarta Barat, didengar oleh hampir semua teman sekelas yang ingin memasukkan temannya ini ke kandang.

Mungkin mereka sebenarnya sedang berkaca?

Cowok: (Dengan yakinnya) “Wah gila ada kingkong!”

Cewek: (Dengan yakinnya juga) “Hey, itu bukan kingkong, tapi gorilla, bulunya aja coklat, kingkong kan item!”

Ragunan, didengar sepasang kekasih lain yang merasa yakin kalo papan keterangan di depan mereka bertuliskan "Orang Utan Kalimantan". 

Hmmm, pijat atau apa nih?

Klien di kamar sebelah: (dengan semangat 45 berlogat surabaya kental) "Iya mbak, di situ mbak, enak banget mbak, mak nyoss mbak, puoooOOOOOLLLLLL!"

Panti Pijat Fatmawati, didengar oleh seseorang yang merasa menyesal menraktir kliennya di panti pijat. 

Source : Nguping Jakarta 

No comments: